Hukum Haji Dan Umrah Yang Dilakukan Oleh Anak Kecil

Mungkin ke Tanah Suci dengan pasangan dan anak-anak bukan lagi hal yang aneh saat ini. Tidak sedikit dari para orang tua yang membawa anaknya yang masih kecil untuk ikut menunaikan ibadah haji atau umroh dengan tujuan untuk memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga serta tidak tega meninggalkan buah hati mereka selama di tanah air, khususnya orang-orang yang tetap saja masih balita. Lalu bagaimana regulasi haji atau umrah yang akan dijalankan oleh anak-anak muda yang kompak? Dan ketika dia sudah dewasa dan memiliki kerabat dan juga dalam posisi untuk mengurusnya, apakah dia masih wajib melaksanakan haji lagi? Kewajiban dan Aturan biaya haji plus yang Dilaksanakan oleh Bayi Ketika seseorang akan menunaikan ibadah haji maka ada banyak penyakit yang harus mereka penuhi, yaitu penyakit wajib haji. Syarat wajib haji adalah keadaan yang harus dipenuhi ketika hendak melaksanakan ibadah haji. Dan jika ada 1 keadaan yang belum ia penuhi, maka ia tidak wajib menunaikan haji.

Diantara penyakit itu adalah baligh. Anak-anak kecil yang kompak tidak mendapatkan perintah untuk beribadah sampai mereka memasuki masa pubertas, sebagaimana Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) menyatakan: ??????? ?? ???? : ????? ??? ?? ???????? ? ???? Artinya: “Diangkat pena (kewajiban tidak dipaksakan) kepada segelintir ( golongan), kepada anak-anak kecil sampai mereka baligh, kepada orang gila sampai akhirnya mereka bangun (sembuh), dan dari tidurmu sampai akhirnya. dia bangun.” (HR. Abu Daud, 4403 dan Ibnu Majah, 2041). Hukum haji dan umroh.
Melalui hadits yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya anak kecil yang sederhana tidak memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah haji. Meski begitu, ketika ada anak kecil yang menunaikan ibadah haji maka hajinya tetap sah dan akan mendapatkan pahala. Seperti yang dijabarkan dalam hadits: ????? ???: ????????? ??? ???????????? ? ?????: ???????? ???: ?????? Artinya: Dari Ibnu ‘Abbas: “Ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan, ‘Apakah ada haji untuk anak laki-laki atau perempuan ini?’ Dia menjawab, “Ya dan sesuai dengan kebutuhanmu, pahalanya.” [Shahih Muslim; II/974, no. 1336]

Apa yang Harus Dilakukan Anak Muda Selama Ibadah Ini
Kemudian setelah dewasa, memiliki anggota keluarga dan mampu, apakah masih ada kewajiban bagi mereka untuk menunaikan haji lagi? Rasulullah SAW bersabda: ? ????? ???? ? ????? ???? Artinya: “Setiap anak kecil yang menunaikan haji dan setelah itu ia dewasa, maka ia wajib melaksanakan haji lagi. Dan setiap budak yang menunaikan haji dan setelah itu dibebaskan sepenuhnya, maka ia wajib menunaikan haji. sekali lagi.” (Sahih: Irwa-ul Ghalil no:986 dan Baihaqi V:156). Oleh karena itu, haji yang dilakukan oleh seorang anak di usia yang lebih muda tidak akan membatalkan kewajibannya untuk menunaikan haji ketika ia sudah dewasa. Artinya, ketika dia sudah dewasa dan dia sudah siap untuk menunaikan haji, maka sebenarnya dia wajib untuk menunaikannya sekali lagi. Hukum haji dan umroh.